Jumat, 04 Januari 2019

Testimoni Apa Kata Mereka?


[ HATI-HATI dengan TESTIMONI ]

Saya yakin, tujuan dari iklan (Sebuah CopyWriting) adalah membawa pembaca untuk bertindak.

Oleh sebab itu, satu di antara puluhan cara bujukan agar calon pembeli bertindak, ialah menggunakan endorsmen atau testimoni.

Dalam #copywriting, testimoni bermanfaat agar calon pembeli yakin. Sementara dari sisi penjual, supaya menghemat kata.

Kalau dalam konteks #PublicSpeaking, Testimoni itu seperti komponen "What". Di mana Anda cukup menyampaikan whatnya saja sudah cukup.

Tapi jika Anda ngomong sendiri untuk membuat pembeli yakin. Anda wajib menggunakan why, How dan What. Apalagi menggunakan 4Mat System. Lebih mantap.

Lalu, bagaimana testimoni bisa membujuk calon pembeli menjadi yakin?

Hal ini berhubungan dengan kebutuhan psikologis manusia. Di antaranya, keinginan mencari rasa aman.

Rasa aman karena tidak ingin menjadi korban. Kalaulah sebuah produk itu jelek, pembeli ingin memastikan aman dan terhindar dari kondisi itu. Makanya diperlukan testimoni.

Selain itu, testimoni bisa juga menghadirkan rasa percaya. Karena hubungan yang telah terjalin antara pemberi testimoni dengan calon pembeli.

Maka, pemberi testimoni diperlukan kredibilitas dan otoritas. Semakin tinggi kredibilitas dan otoritas pemberi testimoni,  semakin cepat calon pembeli yakin.

Sehingga, di sini sangat diperlukan kesadaran dan kehati-hatian. Jika yang mengendors atau testimoni bukanlah orang yang mempunyai figuritas. Sebaiknya to the poin kepada pesan yang mau disampaikan.

Oh ya, testimoni itu sendiri adalah pengalaman nyata yang dialami dan dirasakan oleh pengguna sebuah produk atau jasa.

Isinya tentang perubahan. Sebelum dan sesudah menggunakan sebuah produk atau jasa.

Makanya, isi testimoni tidak boleh sembarangan. Tidak boleh dibuat-dibuat. Apalagi membuat hoax, testimoni palsu.

Tapi, pastikan testimoni itu memang nyata. Jika menggunakan figur tertentu, wajib hukumnya dia menggunakan produk atau jasa Anda terlebih dahulu.

Ingat, sesuatu yang keluar dari hati, maka akan masuk ke hati.

Jika pesan Anda lewat pemberi testimoni masuk ke hati calon pembeli.
Sourcerahmadsyah.

5w 1 h Dalam Pemasaran


[ 5 W + 1 H DALAM PEMASARAN VERSI SAYA ]

Kayak wartawan aja ya? Memang seorang marketer yang baik perlu punya sejenis penciuman investigasi yang tajam ala-ala jurnalis bahkan detektif.

Lagipula, ada naluri jurnalis pada diri setiap orang. Entah kata siapa. Tapi buktinya kita semua kepo-an.

Baiklah. Ini sebetulnya bahasan klasik yang kita cuma daur-daur ulang biar ramah lingkungan.

WHAT

Ini soal GIVING dan HELPING. Rumusnya sudah begitu dari sononya. Memberi dan membantu adalah sebab. Menerima adalah akibat.

Mau kasih atau  bantu apa untuk orang banyak yang bisa membuat hidup menjadi lebih mudah? Mengubah dunia jadi tempat lebih baik? Ceile.. udah kayak lagunya Michael Jackson, Heal The World.

Ini pasti lebih dari sekadar produk apalagi fitur. Selain produknya, apa? Servis itu pasti. Gabungan produk dan servis satu paket. Tapi perlu lebih dalam lagi. Beyond those physical use.

WHO & WHERE

Saya pikir dua ini jangan dipisah. Ini substansinya tentang memetakan DAYA BELI sebagaimana saya sebut di status sebelumnya.

Siapa yang punya daya beli dan di mana? Satu paket. Kalo digabung menjadi target market atau customer segment dalam BMC.

Kenapa daya beli penting dan menjadi tekanan? Sebab menurut teori sebuah obyek menjadi bernilai ketika punya empat hal :

✓ kegunaan
✓ kelangkaan
✓ keinginan atau permintaan
✓ daya beli

Tiga yang pertama terpenuhi tanpa yang keempat? Tidak terbentuk nilai yang artinya tidak tercipta prakondisi menuju transaksi.

So dalam hal who dan where ini bukan siapa yang mau, butuh, apalagi pantas saja, tapi lebih pentingnya sekali lagi adalah siapa yang punya  daya beli.

Ini tuh bisa dikerucutkan lagi menjadi lebih spesifik dengan filter berdasarkan misalnya peran dalam pengambilan keputusan.

WHY

Di sini kita mencari irisan antara WHAT dengan WHO.

Apa yang mau kita kasih dan bantu dengan kebutuhan, keinginan, masalah, dan tantangan mereka yang ingin diberi dan dibantu.

Dijodohkan, dimatchingkan, dicari product and market fitnya. Disesuaikan pendekatan komunikasinya.

Tujuannya, membantu who menemukan alasan yang kuat yang sesungguhnya ada tapi lupa ditaruh di mana olehnya.

Helping them locating their best purchasing potentials.

HOW

Adalah gabungan dari keempat hal di atas. Dari tadi itu semua ngomongin how. Tapi di sini dibikin konkrit. Wujud, kemasan, dan programnya kayak apa.

Dibungkusnya kayak gimana dan dikasihinnya dg cara gimana?

Di BMC mungkin kolomnya Customer Relationship kali yah..

WHEN

Kok ini kayaknya enak terakhir ya.. semua kelar beres.. matang.. baru tentukan.. yuk kapan kita anterin..

Jadi sebetulnya lebih pas judulnya 4 W + 1 H + 1 W lagi.

Kamis, 16 Agustus 2018

Menulis Resensi


TENTANG DAN TIPS
MENULIS RESENSI

Secara etimologi, resensi berasal dari bahasa latin, dari kata kerja “revidere” atau “recensere” yang memilik arti melihat kembali, menimbang atau menilai. Dalam bahasa Belanda dikenal dengan “recensie” sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah “review”.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku. Ada pula yang beranggapan bahwa resensi adalah ulasan/penilaian/ pembicaraan mengenai suatu karya baik itu buku, film, atau karya yang lain.

Tugas dari penulis resensi adalah memberikan gambaran secara garis besar kepada pembaca mengenai suatu karya baik itu film maupun buku agar dipertimbangkan untuk dibaca maupun ditonton. secara garis besar resensi diartikan sebagai kegiatan untuk mengulas atau menilai sebuah hasil karya baik itu berupa buku, novel, maupun film dengan cara memaparkan data-data, sinopsis, dan kritikan terhadap karya tersebut.

Tujuan Resensi

Adapun penulisan resensi ditujukan dengan maksud sebagai berikut:

1. Membantu pembaca mengetahui gambaran dan penilaian umum dari sebuah buku atau hasil karya lainnya secara ringkas.
2. Mengetahui kelebihan dan kelemahan buku yang diresensi.
3. Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan.
4. Menguji kualitas buku dengan membandingkan terhadap karya dari penulis yang sama atau penulis lainnya.
5. Memberi masukan kepada penulis buku berupa kritik dan saran terhadap cara penulisan, isi, dan substansi buku

C. Jenis-jenis Resensi

Secara garis besar resensi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Resensi Informatif, yaitu resensi yang hanya menyampaikan isi dari resensi secara singkat dan umum dari keseluruhan isi buku.
2. Resensi Deskriptif, yaitu resensi yang membahas secara detail pada tiap bagian atau babnya.
3. Resensi Kritis, yaitu resensi yang berbentuk ulasan detail dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi biasanya kritis dan objektif dalam menilai isi buku.
Namun, ketiga jenis resensi di atas tidak baku karena bisa saja dalam sebuah resensi ketiganya diterapkan secara bersamaan.

D. Unsur-unsur Resensi

Dalam membuat resensi, terdapat unsure-unsur yang harus dipenuhi agar resensi yang dibuat menjadi jelas dan berkualitas. Berikut ini adalah beberapa unsur yang harus ada dalam pembuatan resensi.

1. Judul resensi
Judul resensi harus memiliki keselarasan dengan isi resensi yang dibuat. Judul yang menarik juga akan memberi nilai lebih pada sebuah resensi.

2. Menyusun data buku
Penyusunan data buku dapat dilakukan sebagai berikut:
a. Judul buku;
b. Pengarang;
c. Penerbit;
d. Tahun terbit beserta cetakannya;
e. Dimensi buku;
f. Harga buku.

3. Isi resensi buku
Isi resensi buku memuat tentang sinopsis, ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya, keunggulan dan kelemahan buku, rumusan kerangka buku dan penggunan bahasa.

4. Penutup resensi buku
Pada bagian penutup biasanya berisi alasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa buku tersebut ditujukan.

E. Tahap Penulisan Resensi
Berikut ini akan dijelaskan tahap-tahap dalam penulisan sebuah resensi buku.

1. Tahap Persiapan
Dalam tahap ini, hal yang perlu dilakukan antara lain: memilih jenis buku yang akan diresensi, buku tersebut adalah buku-buku baru, dan membuat anatomi buku.

2. Tahap Pengerjaan
a. Membaca dengan detail dan mencatat hal-hal penting. Sebelum membuat resensi, bacalah terlebih dahulu buku yang akan diresensi hingga tuntas lalu mencatat kutipan dan kata-kata penting di dalamnya.

b. Membuat isi resensi, diantaranya:

Membuat informasi umum tentang buku yang diresensi.
Menentukan judul resensi.
Membuat ringkasan secara garis besar.
Memberikan penilaian buku.
Menonjolkan sisi lain dari buku yang diresensi.
Mengulas manfaat buku tersebut bagi pembaca.
Penilaian dari segi kelengkapan karya, EYD dan sistematika resensi.

F. Tips Menulis Resensi
Berikut ini adalah tips dalam menulis resensi:

1. Cari dan tentukan buku baru nonfiksi yang akan dibuat resensi.

2. Catatlah identitas buku yang akan diresensi, seperti jenis buku, judul buku, nama pengarang, nama penerbit, tahun terbit, tahun cetak, jumlah halaman, jenis kertas dan harga buku.

3. Catat dan pahami tujuan dan latar belakang penulisan buku, dengan cara membaca kata pengantar atau pendahuluan buku. Buatlah daftar pokok-pokok isi buku secara keseluruhan.

4. Tentukan kelebihan dan kekurangan isi buku.

5. Tulis ringkasan materi dari buku yang dibuat resensi secara jelas dan sistematis.

6. Pada akhir resensi berilah saran dan kesimpulan, apakah buku yang kita resensi tersebut layak dibaca atau tidak.
(Sumber Jatikom.com)

Sumber https://www.jatikom.com/

Selasa, 07 Agustus 2018

7 Tip Menulis



7 TIP UNTUK MEREKA YANG SERING GAGAL DALAM MENULIS:

Berikut adalah jawaban spontan (berupa beberapa tip) kepada seorang sahabat yang menyatakan keinginannya untuk belajar kepadaku “tentang bagaimana cara membuka gembok yang selalu menghalangi realisasi hasrat ingin menulis, selalu saja muncul rasa malas mencurahkan apa yang kita ketahui”:

(1) pancangkan dulu apa niat kita.
(2) Pesan apa yang ingin disampaikan.
(3) tahu persis apa yang ingin dikatakan dan alasannya, mengapa? Apa kepentingannya.
(4) Tahu susunannya,
(5) yakin akan kebenaran dan manfaatnya, (6) tanamkan kecintaan atasnya dan
 (7) pasang tekad (azam) dan tawakkal kepada Allah!


Kamis, 07 Juni 2018

Seni Mengukir Kata



Bisakah “Kata” Diukir?
(Resensi Buku)
Judul : Seni Mengukir Kata: Kiat-Kiat Menulis Efektif-Kreatif
Penulis : Mulyadhi Kartanegara
Tahun terbit : 2005
Penerbit : Mizan Learning Center (MLC)
Tebal : 331 halaman


Buku ini mungkin akan membingungkan jika tanpa ada subjudul “Kiat-Kiat Menulis Efektif-Kreatif”. Permasalahannya, yakni bagaimana “kata” bisa diukir? Bukankah yang diukir itu misalnya kayu? Namun, itulah buku yang ditulis oleh Mulyadhi Kartanegara, seorang doktor filasat lulusan Universitas Chicago. Keunikan judul itu pula yang menjadi kekhasan sejumlah buku yang diterbitkan oleh Mizan Learning Center (MLC) mengenai kiat-kiat dalam menulis. Buku berbentuk saku ini diberi kata pengantar oleh Hernowo, seorang penulis yang juga banyak menulis tentang kiat-kiat menulis. Buku-bukunya juga banyak yang diterbitkan oleh MLC. Kiranya tepat juga yang dikatakan oleh Hernowo bahwa buku ini layak menjadi “bacaan wajib” para mahasiswa.
Selain judulnya yang unik, buku yang terdiri atas empat bab ini pun ditulis dengan cara yang unik. Penulisannya menggunakan gaya buku harian dengan kata ganti orang pertama “aku”, yakni penulis sendiri. Dengan format tersebut penulis bercerita pada pembaca tentang pengalamannya dalam menulis. Oleh karena itu, kita akan membaca sebuah buku harian tentang bagaimana pengalaman Mulyadhi dalam melahirkan karya-karyanya dalam berbagai bentuk tulisan. Gaya penulisan buku harian itu juga dipertegas dengan tidak adanya daftar pustaka dalam buku ini meskipun dalam bahasannya juga mengutip beberapa tokoh. Keunikan lain dari buku ini juga ditunjukkan dengan ilustrasi karikatur seorang laki-laki yang sedang mengukir atau memahat “kata”.
Di samping itu, fisik buku ini tergolong buku saku. Itu tampak dari ukuran buku yang lebih kecil daripada buku pada umumnya. Memang, sejumlah buku terbita MLC dirancang lebih ramping. Kemudian, jika melihat isi maka di halaman tertentu banyak kutipan yang merupakan inti dari apa yang ditulis. Kutipan-kutipan itu terpisah dari teks dan ukuran hurufnya pun lebih menonjol. Tentu ini memudahkan pembaca dalam memahami dan mengingat isi terpenting dari apa yang ditulis. Lagi pula, kutipan-kutipan tersebut cukup merangsang kegairahan dalam menulis.
Menulis sebagai seni mengawali bab pertama pada buku ini. Dalam hal ini seni menulis berarti kepiawaian seorang penulis dalam menghasilkan karya berwujud tulisan. Oleh karena itu, agar seorang penulis piawai dalam menulis maka perlu ditunjang oleh misalnya motivasi dalam menulis, peran konsentrasi, sampai pada kebebasan yang harus dimiliki oleh seorang penulis.
Memang, motivasi dalam menulis, peran konsentrasi, maupun kebebasan dalam menulis merupakan hal yang umum yang menjadi modal dalam menulis. Namun, isi dari buku ini sesungguhnya merupakan arah baru dalam bidang menulis. Berdasarkan pikiran penulisnya, tulisan ini ditulis dengan apa yang senyatanya daripada apa yang seharusnya. Oleh karena itu, buku ini cocok pula bagi penulis pemula.
Adapun buku ini sebetulnya ditulis dengan pendekatan ilmiah. Itu tampak dari latar belakang penulisnya yang juga bergelut di dunia akademis, terutama filsafat. Misalnya, jenis tulisan berupa tulisan reflektif, fiksi ilmiah, dan novel filosofis. Jenis-jenis tulisan itupun merupakan pengalaman penulis sendiri. Jadi, Mulyadhi sendiri juga telah menulis jenis tulisan reflektif.
Umumnya sebagian penulis pernah mengalami kegagalan maupun kepahitan dalam menulis. Misalnya, pernah ditolak oleh penerbit sampai beberapa kali, bahkan sampai puluhan kali. Namun, itu rupanya tidak begitu diceritakan dalam buku ini. Dalam perjalanan kepenulisannya, tampaknya penulisnya tidak mengalami kendala yang berarti. Hanya diceritakan secara sedikit bahwa Mulyadhi pernah mengalami krisis kepercayaan saat mengerjakan skripsi (halaman 305), maupun menyangkut pemikiran sejumlah tokoh seperti Sigmund Freud maupun Darwin (halaman 272). Itu pun masih terkait dengan kajian filsafat yang didalami oleh penulis.
Pendekatan ilmiah itu masih dilanjutkan di bab 3, yakni seputar tulisan ilmiah. Misalnya di bab tersebut ditulis tentang risalah, skripsi, tesis master, disertasi, dan artikel ilmiah. Bab ketiga ini mulai berisi uraian untuk kalangan terbatas, seperti kalangan mahasiswa. Sekali lagi, kiranya masih jarang buku yang mengupas tentang bagaimana cara menulis, sekaligus penulis telah mengalami sendiri. Dalam kaitan ini, Mulyadhi juga telah membuat risalah, skripsi, tesis master, disertasi, dan artikel ilmiah. Oleh karena itu, contoh tulisan dalam buku ini pun selain termasuk fiksi, juga ada karya nonfiksi.
Kemudian, proses pengalaman dalam membuat jenis karya ilmiah itu diceritakan dalam buku ini. Misalnya, dikatakan “metode penyajian buku ini...naratif, yang di dalamnya aku pada dasarnya akan bercerita tentang berbagai pengalamanku dalam menulis.” Terkait dengan proses pengalaman tersebut, proses menulis pun tidak cukup satu atau dua hari saja. Dengan kata lain, prosesnya menulis perlu diasah secara terus menerus. Meskipun Mulyadhi tidak menyatakan secara tersurat bahwa proses menulis itu memerlukan waktu yang panjang, tetapi dalam karya tulisnya telah menunjukkan hal itu.
Satu hal yang juga dapat dicatat dari buku ini adalah keislamannya. Beberapa contoh jenis tulisan seperti skripsi juga tergolong dalam karya keislaman. Tentu saja itu tidak terlepas dari latar belakang pendidikan keislaman. Misalnya, salah satu karyanya yang juga dijadikan contoh, yaitu ilustrasi cover buku berjudul Menyibak Tirai Kejahilan: Pengantar Epistemologi Islam (halaman 145). Sebagai seorang penulis, Mulyadhi pun tergolong penulis produktif. Di lampiran, misalnya dalam waktu satu tahun, 2004, Mulyadhi dapat menghasilkan beberapa karya tulis, khususnya yang ilmiah.
Sebetulnya Mulyadhi pada contoh jenis tulisannya tidak hanya berbicara keislaman. Namun, juga lebih kontemporer. Itu terlihat dari sejumlah tokoh yang juga dikutip seperti Socrates (halaman 199). Pandangan kontemporer ini pun juga tak terlepas dari karekter kajian filsafat yang lebih mencari satu muara dari setiap pemikiran. Jadi, dalam buku ini juga terkandung maksud bahwa tidak ada pertentangan yang berarti antara filsafat barat dan Islam.
Di akhir bab, yakni bab keempat, diuraikan beberapa hal untuk memupuk tradisi menulis. Misalnya, peran membaca, seputar inspirasi dalam menulis, dan mengenai tulisan yang autentik. Pada dasarnya bab keempat ini merupakan lanjutan dari bab pertama. Berkaitan dengan itu, mereka yang sedang menggali potensi menulisnya, jika membaca buku ini maka akan menjadi bagian yang dari apa yang ditulis oleh Mulyadhi.

Puguh Utomo
Alumnus Prodi Sosiologi
FISIP, Universitas Jember

Jumat, 10 Juli 2015

Belajar Menulis Via Hypnowriting

Bersama Ferry Djajaprana


Berbicara tentang menulis dan blogging, sudah bukan dunia yang asing bagi saya. Mulai mencinta kegiatan tulis-menulis sejak kelas 5 SD, saya menemukan kesulitan untuk bertemu dan bercengkrama dengan 'teman-teman senasib' yang bisa diartikan sebagai alien pula. Betapa tidak, saya sudah menemui manusia tak terhitung yang mengernyit, terkagum-kagum atau terbahak ketika saya bilang hobi saya adalah menulis. Mereka merasa, hobi ini kurang beken, tidak seperti olahraga tertentu, nge-mall, nongki-nongki (which is saya juga suka sih, haha) atau belanja (nah, yang ini apalagi!). #gagalfokus

Belum lagi ketika ditanya dengan pertanyaan mainstream, "Apa cita-citamu?" yang sudah berani saya jawab dengan, "Jadi penulis." Saya bisa melihat apa yang terpampang di jidat mereka: alien.

Mungkin saja, ini semua hanya delusi yang keterlaluan, sebenarnya banyak sekali 'teman sejenis' di luar sana, saya bukanlah satu-satunya alien yang sok eksklusif. Untungnya, itu semua terjawab ketika saya iseng-iseng mendaftar acara Sunday Sharing yang saya ketemukan di timeline twitter saya. Berangkatlah saya sendirian pada minggu pagi, dengan harapan yang sederhana: menemukan ilmu baru. (dikira dunia persilatan apa, haha!). Tak lupa, saya membawa satu kopi novel saya yang baru saja diterbitkan indie oleh Nulisbuku. Alasan yang sederhana pula, memberi sedikit kontribusi pada komunitas baru yang entah wujudnya seperti apa ini. Hehe.




Ferry Djajaprana, hypnotherapist yang mengajarkan hypno-writing

Here is it. Topik Sunday Sharing ini cukup menarik, terbukti dari animo peserta yang membludak dalam satu ruangan meeting di kantor Detik. Beliau adalah Ferry Djajaprana, yang membukakan cakrawala pengetahuan kami mengenai dunia kepenulisan dari sisi lain: menulis untuk penyembuhan psikologis, dan dengan kata lain juga memicu produktivitas kami untuk menghasilkan tulisan yang lebih bermakna. Ada satu hal yang paling 'nyantol' sampai sekarang, yang sulit terlupa. Pak Ferry menyatakan:
"Kebanyakan penulis itu pada dasarnya perfeksionis, oleh karena itulah mereka sulit melahirkan karya. Seringkali terbentur writer's block. Tulislah, tanpa mikir; tanpa me-revisi sebelum selesai. Anda tidak menulis untuk mengedit. Tulislah dengan kualitas tulisan sampah."

Thanks, Pak Ferry. It means a lot. I can write without any burdens now, so free. And i know, i can let my writings be, and having my editing-time on the proper time too.



WHAT MAKES ME LOOOOOVE THIS
#SUNDAYSHARING:

pembacaan puisi oleh rekan PEDAS.
should be more dramatic than the picture:
lampu-lampu yang dimatikan, suara lantang yang membelah hening.

Saya terpukau dengan aksi sebelum sharing dimulai: pembacaan puisi oleh anggota komunitas PEDAS (Penulis dan Sastra) dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda. Memang, sayup-sayup saya sudah mendengar gladi bersih mereka yang barusan dilakukan (beberapa menit sebelum tampil), tapi jujur... saya suka dengan performance mereka. Chemistry-nya dapet banget, klik banget, dan masing-masing pembaca puisi punya kekhasan masing-masing. Cukup menghibur dan menggemuruhkan tepuk tangan para peserta, salute!




ilmu gratis + lunch gratis + teman baru!

Kekhawatiran akan tidak bisa dapat teman baru seketika buyar setelah makan siang, karena walaupun peserta di sana rata-rata adalah para 'sesepuh,' namun mereka sama sekali tidak sombong dan rajin menabung pulak--eh tidak ding, rajin memberi buku dan merchandise! Terbukti dengan kuis yang banjir hadiah dan banjir 'penjawab' di sela-sela acara. Interaktif yang akrab!



sesi hipnoterapi
Last but not least tentang Sunday Sharing #10, sela-sela tertidur sambil dicekokin afirmasi positif dari pembicara. Bangun dengan perasaan lebih segar, dan siap menulissss.




EH, EH. TERNYATA
TIDAK HANYA JADI TAMU.
Saya rasa semua 'kebetulan' ini dimulai semenjak saya menyerahkan novel saya sebagai merchandise kepada Ketua Kelas Sunday Sharing #10 sekaligus pemimpin PEDAS, Mbak Elisa Koraag. Sudah merupakan tradisi, bahwa event yang terselenggara tiap bulan ini akan dikelola secara estafet pula, dengan pemilihan Ketua & Wakil Ketua Kelas yang baru tiap bulannya. Awalnya saya pikir, Mbak Elisa akan menunjuk salah seorang temannya dan kemudian heboh sana-sini, eh ternyata... ada seorang Ibu yang belakangan diketahui akrab disapa Bunda yang menawarkan diri menjadi Ketua Kelas. Terjadilah adegan ngobrol-ngobrol di depan, sedangkan saya masih asik main hp di belakang. Eh, eh, tiba-tiba nama saya dipanggil. Aye naon?

Ternyata saya diminta jadi Wakil Ketua Kelas.
Pupus sudah rencana saya untuk menjadi makhluk yang datang dan lenyap di acara ini. Akhirnya, dengan tampang ngenes, agak malu-malu(in) juga, saya pun maju ke depan. Cukup senang, dan deg-degan... yang terbayar setelah foto bareng. Hehe.




Ketua & Wakil Ketua Kelas Sunday Sharing #10 & #11

Eittss.. Kejutan tidak berhenti sampai di sana sajaaaa. Kami juga diajak untuk berkelana ke lantai 5, markas CNN Indonesia - dede barunya Detik.com yang baru akan diresmikan pada keesokan harinya (tepat saat pelantikan Presiden Baru Indonesia, 20 Oktober 2014). Yap. Kami menjadi pengunjung pertamax, gan!! Suasana kantor yang masih bau cat, grafiti pada dinding-dinding kantor yang sangat 'lokal' dan menggemaskan! Ada wayang, tukang jamu, becak, bajaj, daaaaan... barisan tokoh-tokoh populer Indonesia yang 'mengundang' kami untuk jepret-jepret.

Senja memisahkan kami semua, dipanggil pulang ke kandang masing-masing. Tapi, keseruan tidak berhenti di sana saja. Saya masih punya kewajiban mendatang, yaitu menyukseskan event Sunday Sharing #11 bersama Bunda Sitti Rabiah, yang review nya bisa dibaca di sini.

Salam Blogger!
Nana Takizawa
(From Her fantastic blog, with thanks)

Label:

blogdetik, blogger, blogger indonesia, buku, cnn indonesia, detik, detikcom, hipnowriting, jakarta, kantor cnn indonesia, kantor detik, markas detik, menulis, review, sunday sharing, sunday sharing detik com, ferry Djajaprana, verri JP MA, Thera Institute, The Thera Institute of Indonesia,

Hypnotic Writing




SANGAT MENARIK. Pertama kali saya melihat buku ini di toko buku langganan saya, saya langsung memutuskan bahwa saya harus membaca buku ini. bagaimana tidak, sebagai blogger dan networker,  judul dan tagline dari buku ini sangat lah menggoda: Hypnotic Writing. Cara membujuk dan meyakinkan pelanggan ( dan siapapun ) hanya dengan kata – kata anda. Jika anda bergerak di bidang yang membutuhkan keahlian persuasi, cover buku ini bagaikan melihat sup buah yang segar di siang hari kala berpuasa. Phew, menggiurkan 😀

Tidak berlama – lama, begitu dana yang saya butuhkan sudah ada, saya langsung membeli buku ini dan melahapnya sesegera mungkin. dan ternyata memang mantap. Buku yang ditulis oleh Joe Vitale, salah satu pengisi materi di the secret, ini benar – benar membuka paradigma baru dalam tulis menulis. Menariknya, buku ini tidak hanya membuka paradigma baru tentang penulisan buku saja, tetapi dilengkapi dengan contoh kasus, serta trik dan tip membuat tulisan yang menggerakan secara emosional. Bahkan, saking banyaknya tip yang diberikan, saya sampai bingung hendak menggunakan yang mana 😛

Oke deh, untuk lebih jelasnya, ini yang dapat anda pelajari dari buku ini :

Definisi dari tulisan yang meng-hipnosis, dan apa hipnotis itu?
Bagaimana Hypnotic Writing ‘menghipnotis’ pembacanya
Cara membujuk orang lain melalui tulisan
Jenis tulisan yang menghipnotis
Menciptakan tulisan yang menghipnotis
Trik membuat tulisan anda menghipnosis
Trik membuat tulisan anda jauh lebih menarik
Perintah hiposis yang selalu manjur
30 cara menulis judul yang menghipnosis
13 konektor tulisan psikologis
3 rahasia cara membuat tulisan yang menghipnotis
5 hukum rahasia bujukan yang menghipnosis
Rumus Hypnotic Writing ala Joe Vitale
Memahami cara bekerja otak manusia
Well, dengan sedemikian manfaat yang didapat, ini buku yang wajib di baca jika anda hidup dalam dunia persuasif. Dengan harga buku hanya sekitaran  Rp. 50,000 ( ketika saya beli di diskon 20 % ), saya beri 8,5 dari skala 10 untuk buku ini.

Enjoy!

P.S. : Anyway, pada post ini saya mencoba menerapkan beberapa teknik yang ada dalam buku ini. Bagaimana menurut anda?
Well, terbukti anda membacanya hingga akhir kan? (Source: FikriRasyd)

Label :

Konektor psikologis, Hypnotic Writing, Joe Vitale, Verri JP MA, Ferry Djajaprana, Thera Institute, The Thera Institute of Indonesia, Kelapa Gading, Rahasia Tulisan Menghipnosis, Cara Kerja Otak Manusia,

Rabu, 24 Juni 2015

THE POWER OF SELF AWAKENING


The power of self awakening : Seni dalam merestrukturisasi pikiran guna membangkitkan kemampuan diri yg selama ini tidur tidak bekerja dan kemampuan yg belum dimiliki, agar positif, produktif, efisien, dan efektif sehingga apa yg diinginkan terwujud.

Apapun profesi Anda, sebagai terapis, tenaga penjual, negoisator, guru, pengusaha, dan lain-lain, dengan “The Power of Self Awakening”  keinginan Anda akan dengan mudah terwujud.

Sebelum kami  buat khusus kelasnya, “The power of self awakening”  ini saya berikan cuma2 jika anda mengikuti workshop Fundamental & Professional Hypnotherapy tgl 31 Juli s/d 2 Agustus 2015.


Segera daftarkan diri Anda. !

Sisa 3 kursi lagi untuk mendapatkan potongan biaya 50%.
Potongan biaya 50 % untuk 10 pendaftar pertama.

The Thera Institute of Indonesia
Education Center of Therapist.


Ingin Menjadi Hypnotherapist?  Klas 31/7 sd 2/8/15

Ingin Menjadi Hypnotherapist?

Yang dapat membantu menyembuhkan masalah-masalah  gangguan mental emosional seperti : Ketakutan berbagai macam Phobia, Depresi, stress, sulit tidur (Insomnia), Menghilangkan kebiasaan buruk, Ketergantungan/kecanduan rokok, Penyakit fisik yang diakibatkan oleh pikiran (Psikosomatis), Menghilangkan pikiran negatif, Panik dan cemas berlebihan, Kepercayaaan diri, minder, gagap, serta  masih banyak lagi..

Ikuti..!
3 Day Workshop
Fundamental Hypnosis & Professional Hypnotherapy

31 Juli s/d 2 Agustus 2015
Jam 08.00 s/d 17.00 WIB

Tempat
Hotel Bumi Wiyata
Jl. Margonda Raya
DEPOK - Jawa Barat

FASILITAS :
Diktat / Modul materi, Makan siang & Coffe break, Mendapatkan double sertifikat
Dan gelar non akademis CH (Certified Hypnotist), CHt (Certified Hypnotherapist).

BIAYA PELATIHAN Rp. 7.000.000,-
10 Pendaftar pertama hanya bayar Rp.3.500.000,- saja, (dengan membayar uang muka).

Deskripsi & Target Peserta :
Workshop ini diperuntukan bagi anda yang serius serta berminat untuk mendalami ilmu Hypnosis dan Hypnotherapy lebih dalam lagi. Workshop yang akan membuat Anda menjadi seorang yang terampil dan handal dalam Hypnotherapy yang menjunjung tinggi nilai empati terhadap client. Kelas sertifikasi Hypnotherapist ini tidak hanya mengajarkan pemahaman Hypnosis dan Hypnotherapy secara praktis, akan tetapi memberikan pemahaman teori secara lengkap. Untuk itu Workshop ini dirancang selama 3 hari untuk mempersiapkan dan membimbing Anda menjadi Hypnotherapist yang handal dan Profesional.

Manfaat Pelatihan :
- Mengetahui dan memahami cara kerja otak dan pikiran serta pengelolahannya
- Mengetahui rahasia sebenarnya Hypnosis modern, Hypnotherapy dan Mind programming lainnya
- Mampu melakukan Hypnosis dan Hypnotherapy dengan ketrampilan yang tinggi sesuai kode etik Hypnotherapist
- Menjadikan Anda seorang Hypnotherapist yang handal, berkualitas dan professional
- Menjadikan Anda lebih termotivasi dalam hidup dan meningkatkan rasa percaya diri
- Menjadikan Anda terbebas dari stress dan masalah psikis lainnya
- Mampu memberikan sugesti dengan baik dan benar yang berorentasi client centered
- Mampu menjalankan bisnis praktek Hypnotherapy secara professional.
- Mampu memanfaatkan dan menggunakan Hypnotherapy untuk menangani kasus-kasus seperti : Trauma, Fhobia, menghapus mental block, Insomnia, berhenti merokok, stress, ketakutan, kecemasan, mempermudah proses melahirkan, meningkatkan rasa percaya diri, menurunkan berat badan, ejakulasi dini dan masih banyak lagi
- Dapat melakukan stage Hypnosis (Hynosis panggung /hiburan/entertaint) seperti yang ditayangkan di TV.

Materi Pelatihan :
• Sejarah Hypnosis
• Mekanisme Pikiran & tindakan manusia
• Conscious Mind, Sub Conscious Mind, Critical Area
• Formal Hypnosis & Informal Hypnosis
• State of Consciousness
• Hypnotisability
• Suggestibility & Suggestibility Test
• Prinsip dasar Sugesti
• Aplikasi Hypnosis
• Waking Hypnosis
• Trance Hypnosis
• Pre-Induction
• Induction
• Deepening
• Depth Level Test
• Suggestion Therapy
• Termination
• Post Hypnotic Suggestion
• Anchor
• Re-Hypnotization
• Ideo Motor Response
• Stage Hypnotism & Routine
• Self Hypnosis Technique
• David Husband Scale
• Filosofi Client Centered Approach dalam Therapy
Faktor keberhasilan Therapy (memahami ISE & SSE dalam proses Hypnotherapy)
• Proses of Pre-Induction, Intake Interview – Suggestibility Test Hynotic Training – Strategi Hynotherapy
• Technique Of Hypnotherapy
• Teknik efektif dalam menangani Abreaction

BONUS Materi :
1. The power of Self AWAKENING (senilai Rp.2.500.000,-)

2.Emotional Freedom Technique (senilai Rp. 1.500.000,-)


Total bonus materi Rp.6.500.000,-.

Sistem Pelatihan :
Teori 30 % & Praktek 70 % (Hands-on Workshop)

BONUS Alumni :
- GRATIS konsultasi pasca workshop
- GRATIS mengulang di kelas yg sama hingga mantap.

Pelatihan ini di pandu oleh :
- Dede Mustafa (Praktisi hypnotherapy, Eft, Quantum healing, The Power Of Self AWAKENING)
- Verri Jaya Priyana (Praktisi Hypnotherapy, Eft, Quantum healing, Rukiyah, Bekam, akupuntur, The Power Of Self AWAKENING)
- Verra Veronika ( Praktisi Quantum healing, Spritual healing, The Power Of Self AWAKENING).

Miliki profesi baru sebagai hypnotist panggung handal dan menjadi Profesional Hypnotherapist yang bisa banyak bantu orang keluar dari permasalahan hidupnya.

Yuk,  segera daftar..!
Potongan biaya 50%  hanya berlaku bagi 10 pendaftar pertama.

Di Workshop ini selain Anda dapat mengusai hypnotherapy, Anda juga dapat mengusai tool aplikasi penyembuhan lainnya dengan cepat dan mudah.

Informasi dan pendaftaran Hubungi :
0853 10 400 593
081210825769
08111494599

Pembayaran dapat ditransfer ke :
N0. Rekening Bank Mandiri
1190004747356
a/n DEDE MUSTAFA



Ingin Menjadi Hypnotherapist? Klas 31/7 sd 2/8/15




Ingin Menjadi Hypnotherapist?

Yang dapat membantu menyembuhkan masalah-masalah  gangguan mental emosional seperti : Ketakutan berbagai macam Phobia, Depresi, stress, sulit tidur (Insomnia), Menghilangkan kebiasaan buruk, Ketergantungan/kecanduan rokok, Penyakit fisik yang diakibatkan oleh pikiran (Psikosomatis), Menghilangkan pikiran negatif, Panik dan cemas berlebihan, Kepercayaaan diri, minder, gagap, serta  masih banyak lagi..

Ikuti..!
3 Day Workshop
Fundamental Hypnosis & Professional Hypnotherapy


31 Juli s/d 2 Agustus 2015
Jam 08.00 s/d 17.00 WIB

Tempat
Hotel Bumi Wiyata
Jl. Margonda Raya
DEPOK - Jawa Barat

FASILITAS :
Diktat / Modul materi, Makan siang & Coffe break, Mendapatkan double sertifikat
Dan gelar non akademis CH (Certified Hypnotist), CHt (Certified Hypnotherapist).

BIAYA PELATIHAN Rp. 7.000.000,-
10 Pendaftar pertama hanya bayar Rp.3.500.000,- saja, (dengan membayar uang muka).

Deskripsi & Target Peserta :
Workshop ini diperuntukan bagi anda yang serius serta berminat untuk mendalami ilmu Hypnosis dan Hypnotherapy lebih dalam lagi. Workshop yang akan membuat Anda menjadi seorang yang terampil dan handal dalam Hypnotherapy yang menjunjung tinggi nilai empati terhadap client. Kelas sertifikasi Hypnotherapist ini tidak hanya mengajarkan pemahaman Hypnosis dan Hypnotherapy secara praktis, akan tetapi memberikan pemahaman teori secara lengkap. Untuk itu Workshop ini dirancang selama 3 hari untuk mempersiapkan dan membimbing Anda menjadi Hypnotherapist yang handal dan Profesional.

Manfaat Pelatihan :
- Mengetahui dan memahami cara kerja otak dan pikiran serta pengelolahannya
- Mengetahui rahasia sebenarnya Hypnosis modern, Hypnotherapy dan Mind programming lainnya
- Mampu melakukan Hypnosis dan Hypnotherapy dengan ketrampilan yang tinggi sesuai kode etik Hypnotherapist
- Menjadikan Anda seorang Hypnotherapist yang handal, berkualitas dan professional
- Menjadikan Anda lebih termotivasi dalam hidup dan meningkatkan rasa percaya diri
- Menjadikan Anda terbebas dari stress dan masalah psikis lainnya
- Mampu memberikan sugesti dengan baik dan benar yang berorentasi client centered
- Mampu menjalankan bisnis praktek Hypnotherapy secara professional.
- Mampu memanfaatkan dan menggunakan Hypnotherapy untuk menangani kasus-kasus seperti : Trauma, Fhobia, menghapus mental block, Insomnia, berhenti merokok, stress, ketakutan, kecemasan, mempermudah proses melahirkan, meningkatkan rasa percaya diri, menurunkan berat badan, ejakulasi dini dan masih banyak lagi
- Dapat melakukan stage Hypnosis (Hynosis panggung /hiburan/entertaint) seperti yang ditayangkan di TV.

Materi Pelatihan :
• Sejarah Hypnosis
• Mekanisme Pikiran & tindakan manusia
• Conscious Mind, Sub Conscious Mind, Critical Area
• Formal Hypnosis & Informal Hypnosis
• State of Consciousness
• Hypnotisability
• Suggestibility & Suggestibility Test
• Prinsip dasar Sugesti
• Aplikasi Hypnosis
• Waking Hypnosis
• Trance Hypnosis
• Pre-Induction
• Induction
• Deepening
• Depth Level Test
• Suggestion Therapy
• Termination
• Post Hypnotic Suggestion
• Anchor
• Re-Hypnotization
• Ideo Motor Response
• Stage Hypnotism & Routine
• Self Hypnosis Technique
• David Husband Scale
• Filosofi Client Centered Approach dalam Therapy
Faktor keberhasilan Therapy (memahami ISE & SSE dalam proses Hypnotherapy)
• Proses of Pre-Induction, Intake Interview – Suggestibility Test Hynotic Training – Strategi Hynotherapy
• Technique Of Hypnotherapy
• Teknik efektif dalam menangani Abreaction

BONUS Materi :
1. The power of Self AWAKENING (senilai Rp.2.500.000,-)

2.Emotional Freedom Technique (senilai Rp. 1.500.000,-)


Total bonus materi Rp.6.500.000,-.

Sistem Pelatihan :
Teori 30 % & Praktek 70 % (Hands-on Workshop)

BONUS Alumni :
- GRATIS konsultasi pasca workshop
- GRATIS mengulang di kelas yg sama hingga mantap.

Pelatihan ini di pandu oleh :
- Dede Mustafa (Praktisi hypnotherapy, Eft, Quantum healing, The Power Of Self AWAKENING)
- Verri Jaya Priyana (Praktisi Hypnotherapy, Eft, Quantum healing, Rukiyah, Bekam, akupuntur, The Power Of Self AWAKENING)
- Verra Veronika ( Praktisi Quantum healing, Spritual healing, The Power Of Self AWAKENING).

Miliki profesi baru sebagai hypnotist panggung handal dan menjadi Profesional Hypnotherapist yang bisa banyak bantu orang keluar dari permasalahan hidupnya.

Yuk,  segera daftar..!
Potongan biaya 50%  hanya berlaku bagi 10 pendaftar pertama.

Di Workshop ini selain Anda dapat mengusai hypnotherapy, Anda juga dapat mengusai tool aplikasi penyembuhan lainnya dengan cepat dan mudah.

Informasi dan pendaftaran Hubungi :
0853 10 400 593
081210825769
08111494599

Pembayaran dapat ditransfer ke :
N0. Rekening Bank Mandiri
1190004747356
a/n DEDE MUSTAFA



Rabu, 03 Juni 2015

Self Hypnosis Course

Self Hypnosis Course

MAU mempunyai kemampuan membantu diri sendiri dan orang lain keluar dari masalahnya?
Keluar dari segala masalah yg menghambat kemajuan hidup, kesehatan, kesuksesan, kebahagiaan dan lain-lain.

IKUTI WORK SHOP
1 hari Hypnotherapy Fundamental  "SELF HYPNOSIS"

Minggu, 14 Juni 2015
Jam 8.00 s/d 17.00 WIB
Bertempat Rumah terapy sehat jiwa & raga Kota DEPOK (tentative)

Deskripsi & Target Peserta :
Workshop ini akan mengajarkan peserta untuk dapat memahami konsep dan mekanisme Pikiran dan Hypnosis. Target peserta setelah mengikuti Workshop ini adalah dapat melakukan Hypnosis kepada diri sendiri dan orang lain secara aman dan benar, Dapat melakukan penyembuhan berbagai masalah ganguan ringan baik fisik maupun mental emosional diri sendiri dan orang lain dgn aplikasi hipnosis dan kekuatan diri sendiri.

Materi Pelatihan :
* Mekanisme Pikiran & Tindakan Manusia
* Aplikasi hypnosis
* Membangkitkan kekuatan diri sendiri (self awakening)

Sistem Pelatihan :
Teori 30% & Praktek 70% (Hands-On Workshop)

Fasilitas :
Diktat/Modul, Makan siang, 2X Coffee Break, dan mendapatkan Sertifikat.
BONUS ALUMNI :
• GRATIS konsultasi Pasca Workshop
• GRATIS Kesempatan belajar /mengulang hingga mantap

Biaya pelatihan : Rp.2.000.000,-
Dapatkan diskon hingga 50% yg mendaftar dan melakukan pelunasan sebelum tgl 7 Juni 2015.

Pelatihan ini Dipandu Oleh :
1. DEDE MUSTAFA (Praktisi hypnoterapy, Eft, Quantum healing, the power of self awakening)
2. VERRI JAYA PRIYANA (Praktisi hypnotherapi, Eft, Quantum healing, rukiyah, bekam, refleksi, the power of self awakening).
3. VERA VERONICA ( Praktisi Quantum healing, spritual healing, the power of self awakening)
DAFTAR SEKARANG, Dan Kuasai Ilmu yang bermanfaat ini..!
Untuk Registrasi dan Informasi Hub:
085310400593
08111494599
081210825769

Homepage:




Label:

Self Hypnosis. Work Shop Hypnotherapy, Fundamental Hypnotherapy, The Thera Institute of Indonesia, Verri JP MA, Artikel, Depok

Selasa, 07 April 2015

Lomba Menulis "Belajar Budaya Unggul Dari Bangsa-bangsa Maju"

Dear all,

Salam sejahtera kami sampaikan semoga Ibu/Bapak senantiasa berada dalam keadaan sehat dan selalu diberikan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Genap satu tahun sejak Yayasan Nabil menyelenggarakan perlombaan menulis 2014 yang bertema “Penyerbukan Silang Antarbudaya Sebagai Strategi Membangun Indonesia”, respons serta tanggapan peserta lomba sangat positif. Tercatat hampir sekitar 200 naskah yang berasal dari berbagai daerah masuk kepada kami dan setelah melewati seleksi ketat kami memutuskan untuk memilih tiga yang terbaik sebagai pemenang lomba menulis 2014. 

Kini di tahun 2015, kami bermaksud mengundang Ibu/Bapak kembali untuk berpartisipasi dalam lomba menulis 2015 ini yang bertemakan “Belajar Budaya Unggul dari Bangsa-Bangsa Maju”. Untuk naskah lomba kami harap dapat kami terima paling lambat pada 1 Juni 2015 melalui email menulis_ccf@yahoo.com. Untuk informasi lebih detail kami lampirkan dalam poster lomba berikut.

Besar harapan kami Ibu/Bapak dapat membantu menyebarluaskan informasi ini dengan harapan bahwa kesadaran untuk memajukan bangsa ini dapat terus tumbuh serta dapat ditularkan ke semua level masyarakat. 

Kami haturkan banyak terimakasih atas dukungan serta partisipasi Ibu/Bapak dalam lomba menulis tahun ini.

Aan R

Rabu, 11 Maret 2015

Titik Koma

Titik Koma

Para Penulis dan titik komanya itu ... bagaikan koki dan garam dapur.

Kurang banyak, kurang sesendok, atau lupa memasukkan, maka masakannya akan terasa hambar. Bila kebanyakan pun ... akan terasa asin!

Ibarat garam dalam masakan, titik koma harus digunakan dengan takaran yang pas dan di tempat yang tepat.

Sesungguhnya itu amat mudah sekali. Apa susahnya mengintip kembali cara penggunaan tanda baca dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk dengan elok meletakkan titik dan koma dengan benar.


Ini bukan soal sikap perfeksionis, melainkan penghormatan kita kepada tata bahasa kita sendiri. Kepada konvensi kita sendiri dan demi keteraturan berbahasa kita sendiri. Keteraturan berbahasa itu akan membantu keteraturan berpikir. (Rani RachmaniMoediarta)

Selasa, 03 Maret 2015

Phobia


PHOBIA adalah rasa takut berlebihan terhadap sesuatu tertentu tanpa adanya alasan yang mendasar, yang memaksa si pengidap phobia ini untuk menghindari sesuatu tertentu, yang tentunya akan menghambat aktifitasnya.

MACAM - MACAM PHOBIA :
Takut Air = Hydrophobia
Takut Agama = Theologicophobia
Takut Alat Kelamin = Kolpophobia
Takut Aliran Udara = Aerophobia
Takut Alkohol = Methyphobia
Takut Alkohol = Potophobia
Takut Amnesia = Amnesiphobia
Takut Anggur = Oenophobia
Takut Angin = Ancraophobia
Takut Angka = Arithmophobia
Takut Angka 13 = Triskaidekaphobia
Takut Angka 8 = Octophobia
Takut Anjing = Cynophobia
Takut Anjing Laut = Lutraphobia
Takut Anus = Rectophobia
Takut Api = Arsonphobia
Takut Api = Pyrophobia
Takut Awan = Nephophobia
Takut Ayam = Alektorophobia
Takut Ayan = Hylephobia
Takut Badut = Coulrophobia
Takut Bahan Kimia = Chemophobia
Takut Bangunan Tinggi = Batophobia
Takut Banjir = Antlophobia
Takut Bapak Tiri = Vitricophobia
Takut Batu Nisan = Placophobia
Takut Bau Badan = Bromidrosiphobia
Takut Bau Bauan = Olfactophobia
Takut Bau Busuk = Autodysomophobia
Takut Bawa Mobil = Amaxophobia
Takut Bawang Putih = Alliumphobia
Takut Bayangan = Sciaphobia
Takut Bebas = Eleutherophobia
Takut Belanda = Dutchphobia
Takut Benang = Linonophobia
Takut Benda di Sebelah Kanan = Dextrophobia
Takut Benda di Sebelah Kiri = Levophobia
Takut Berantakan = Ataxophobia
Takut Berbicara = Laliophobia
Takut Bercinta = Malaxophobia
Takut Bercinta = Sarmassophobia
Takut Berdosa = Hamartophobia
Takut Berfikir = Phronemophobia
Takut Berita Baik = Euphobia
Takut Berjalan = Stasibasiphobia
Takut Berjanji = Enissophobia
Takut Berkotbah = Homilophobia
Takut Berlarut = Apeirophobia
Takut Bersenggama = Coitophobia
Takut Bertanggung Jawab = Hypegiaphobia
Takut Binatang = Zoophobia
Takut Binatang Liar = Agrizoophobia
Takut Binatang Melata = Herpetophobia
Takut Bintang = Astrophobia / Siderophobia
Takut Bintang Berekor = Cometophobia
Takut Bom Atom = Atomosophobia
Takut Boneka = Pediophobia
Takut Boneka Bersuara Perut= Automatonophobia
Takut Bosan = Xerophobia
Takut Botak = Phalacrophobia
Takut Buang Air Besar = Rhypophobia
Takut Buku = Bibliophobia
Takut Bulan = Selenophobia
Takut Bulu Ayam = Pteronophobia
Takut Bunga = Anthophobia
Takut Bunga Es = Pagophobia
Takut Bungkuk = Kyphophobia
Takut Burung = Ornithophobia
Takut Buta = Scotomaphobia
Takut Cabut Gigi = Odontophobia
Takut Cacing = Helminthophobia / Scoleciphobia
Takut Cacing Pita = Taeniophobia / Trichinophobia
Takut Cahaya = Photophobia
Takut Cahaya dari Utara = Auroraphobia
Takut Caplak = Phthiriophobia
Takut Cemburu = Zelophobia
Takut Cermin = Catoptrophobia
Takut Cina = Sinophobia
Takut Corak Baru = Cainophobia
Takut Daerah Perbatasan = Claustrophobia
Takut Daging = Carnophobia
Takut Dagu = Geniophobia
Takut Danau = Limnophobia
Takut Darah = Hemaphobia
Takut Debu = Amathophobia / Koniophobia
Takut Demam = Febriphobia
Takut Demo = Daemonophobia
Takut dengan Seks = Erotophobia
Takut Dewa = Zeusophobia
Takut Di dalam Rumah = Oikophobia
Takut di Ejek = Katagelophobia
Takut di Hipnotis = Hynophobia
Takut Di pandang = Opthalmophobia
Takut Diabaikan = Athazagoraphobia
Takut Dibatasi = Merinthophobia
Takut Dibenci = Melophobia
Takut Dicekik = Pnigophobia
Takut Dicuri = Cleptophobia
Takut Dihukum = Mastigophobia
Takut Dihukum Berat = Rhabdophobia
Takut Dikubur Sendirian = Taphephobia
Takut Diluar Ruangan = Spacephobia
Takut Dingin = Cheimaphobia / Psychrophobia
Takut Dinilai Negatif = Socialphobia
Takut Diracun = Toxicophobia
Takut Dirampok = Harpaxophobia
Takut Disentuh = Aphenphosmphobia / Chiraptophobia / Haphephobia
Takut Disuntik = Trypanophobia
Takut Ditatap = Scopophobia
Takut Ditertawakan = Catagelophobia
Takut Ditinggal Sendiri = Eremophobia
Takut Dokter Gigi = Dentophobia
Takut Dubur = Proctophobia
Takut Duduk = Cathisophobia / Taasophobia
Takut Duduk di Bawah = Kathisophobia
Takut Emas = Aurophobia
Takut Es Batu = Cryophobia
Takut Fenomena Kosmis = Kosmikophobia
Takut Filosofi = Philosophobia
Takut Gagal = Atychiphobia
Takut Gagap = Psellismophobia
Takut Gatal = Acarophobia
Takut Gatal = Pellagrophobia
Takut Gedung Pertunjukan = Theatrophobia
Takut Gelap = Achluophobia / Lygophobia
Takut Gelas = Hyelophobia
Takut Gelombang = Kymophobia
Takut Gembira = Cherophobia
Takut Gerakan = Kinetophobia
Takut Gereja = Ecclesiophobia
Takut Getaran = Tremophobia
Takut Gravitasi = Barophobia
Takut Guntur = Ceraunophobia
Takut Halloween = Samhainophobia
Takut Hamil = Tocophobia
Takut Hantu = Bogyphobia / Phasmophobia / Spectrophobia
Takut Hujan = Ombrophobia / Pluviophobia
Takut Hukum = Dikephobia
Takut Hukuman = Poinephobia
Takut Hutan = Hylophobia / Xylophobia
Takut Hutan di Malam Hari = Nyctophobia
Takut Ibu Tiri = Novercaphobia
Takut Ide = Ideophobia
Takut Ide Baru = Cenophobia
Takut Ikan = Ichthyophobia

Takut Inggris = Anglophobia
Takut Insektisida = Entomophobia
Takut Istilah Latin = Hellenologophobia
Takut Jadi Gila = Lysssophobia
Takut Jadi Homoseks = Homophobia
Takut Jahudi = Judeophobia
Takut Jalan = Ambulophobia
Takut Jamur = Mycophobia
Takut Jarum = Aichmophobia
Takut Jatuh = Basiphobia
Takut Jatuh Cinta = Philophobia
Takut Jelek = Cacophobia
Takut Jembatan Penyeberangan = Gephydrophobia
Takut Jenggot = Pogonophobia
Takut Jenis Kelamin Berbeda = Heterophobia
Takut Jepang = Japanophobia
Takut Jerman = Germanophobia / Teutophobia
Takut Jomblo = Anuptaphobia
Takut Jum’at ke 13 = Paraskavedekatriaphobia
Takut Kabut = Homichlophobia
Takut Kacang = Arachibutyrophobia
Takut Kaget = Hormephobia
Takut Kain Lap = Vestiphobia
Takut Kain Satin = Satanophobia
Takut Kalah = Kakorrhaphiophobia
Takut Kanker = Carcinophobia / Cancerophobia
Takut Kata Kata = Logophobia / Verbophobia
Takut Kata Panjang = Hippopotomonstrosesquippedaliophobia / Sesquipedalophobia
Takut Katak = Ranidaphobia
Takut Kaya = Plutophobia
Takut Ke Sekolah = Didaskaleinophobia
Takut Kecelakaan = Dystychiphobia
Takut Kedalaman = Bathophobia
Takut Kedokter = Iatrophobia
Takut Kegelapan = Myctophobia
Takut Kegelapan = Scotophobia
Takut Kejatuhan Benda = Atephobia
Takut Kekacauan = Demophobia
Takut Kelahiran = Parturiphobia
Takut Kelainan Bentuk = Dysmorphophobia
Takut Kelamin Wanita = Eurotophobia
Takut Kemajuan = Prosophobia
Takut Kembali ke Rumah = Nostophobia
Takut Kembung = Anginophobia
Takut Kencing = Urophobia
Takut Keramaian = Agoraphobia
Takut Kerang-Kerangan = Ostraconophobia
Takut Kereta Api = Diderodromophobia
Takut Keriput = Rhytiphobia
Takut Kerja Berlebihan = Ponophobia
Takut Kertas = Papyrophobia
Takut Kesakitan = Agliophobia
Takut Ketinggian = Altophobia / Hypsiphobia
Takut Ketularan = Tapinophobia
Takut Keturunan = Patroiophobia
Takut Kezaliman = Tyrannophobia
Takut Kilat = Brontophobia
Takut Kodok = Bufonophobia
Takut Komputer = Cyberphobia / Logizomechanophobia
Takut Kotor = Automysophobia
Takut Kotoran = Myxophobia
Takut Kriminal = Peccatophobia
Takut Kristal = Crystallophobia
Takut Kuburan = Coimetrophobia
Takut Kucing = Ailurophobia / Elurophobia / Felinophobia
Takut Kuda = Equinophobia / Hippophobia
Takut Kulit Binatang = Doraphobia
Takut Kuman = Spermatophobia
Takut Kunci = Chronomentrophobia
Takut Kutu = Pediculophobia
Takut Laba Laba = Arachnophobia
Takut Laki Laki = Androphobia / Arrhenophobia
Takut Lampu Sorot = Selaphobia
Takut Laut = Thalassophobia
Takut Lawan Jenis = Sexophobia
Takut Lebah = Apiphobia
Takut Lecet = Amychophobia
Takut Lelah = Kopophobia
Takut Lembab = Hygrophobia
Takut Lengket di Langit Mulut = Arachibutyrophobia
Takut Listrik = Enochlophobia
Takut Logam = Metallophobia
Takut Lompat = Catapedaphobia
Takut Lubang2 Kecil = Trypophobia
Takut Luka = Dematophobia / Traumatophobia
Takut Lumpuh = Poliosophobia
Takut Lumpur = Blennophobia
Takut Lutut = Genuphobia
Takut Mabuk Udara = Aeronausiphobia
Takut Makan = Phagophobia / Sitiophobia
Takut Makanan = Cibophobia / Sitophobia
Takut Mal Praktek = Ergasiophobia
Takut Malam = Noctiphobia
Takut Maling = Scelerophobia
Takut Mandek = Anky
(by:DherryAmartha)

Untuk info menyembuhkan Phobia  hubungi :

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Jakarta Utara

Telp./WA  08111494599
08788 3171247
Pin 28303BAC

Source:
http://theraafiat.blogspot.com
http://senimistik.blogspot.com
http://therainstitute.blogspot.com
http://hypnoramping.blogspot.com
http://gurahcor.blogspot.com
http://pemijit.blogspot.com
http://bekammedik.blogspot.com
http://hypnowriting.blogspot.com
http://obatjamu.blogspot.com
http://therainstitute.com
http://rukyahsyariyyah.blogspot.com

Jumat, 06 Februari 2015

dblogger SundaySharing10 Hypnowriting


Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara.

Hari ini tepat pukul 11 pagi saya sampai di Gedung kantor DETIKCOM.
Kedatangan saya kali ini mengikuti acara SundaySharing10 dengan tema Hypno Writing yang dibawakan oleh Bapak Verri Dj. Priyana, S.Kom, MA, M.Ud, C Ht.

Untuk kegiatan Sunday Sharing ini selalu ada yang sebagai Ketua dan Wakil Ketua, SundaySharing10 diketuai oleh Elisa Koraag dan wakilnya Hanny.

Dimulai dengan acara pembukaan dengan pembacaan puisi oleh komunitas PEDAS (Penulis dan Sastra) kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari bapak Priyana yang membawakan topik Hypnowriting, yaitu bagaimana cara menulis yang baik dan benar.


Acara bersangsung cukup seru, setelah presentasi tentang menulis dan Self Therapy (Writing Therapy) kemudian istirahat sejenak untuk mengisi perut, makan pastinya, supaya ada tenaga untuk menulis.

Setelah selesai makan dilanjutkan kembali dengan latihan menulis, yaitu menulis apa yang ada di pikiran, tetapi kali ini latihan menulis tentang orang lain.

Kemudian acara diakhiri dengan pembagian hadiah, dan pemilihan untuk ketua kelas berikutnya di SundaySharing11.

Belajar Hypno writing hubungi :

The Thera Institute of Indonesia
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok D/D No. 15
Kelapa Gading
Jakarta Utara

Telp. 08111 494599
Email : therainstitute@yahoo.co.id
FB : thera inst

Dihipnotis Jadi Penulis


Dihipnotis Jadi Penulis
Sitti Rabiah

Acara #SundaySharing ke-10 yang digelar secara rutin setiap bulan oleh komunitas BLOGDETIK, di kantor redaksi Detik.com, Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan itu, kali ini agak berbeda dari biasanya. Acara kopdar (kopi darat) antarblogger ini dibuka dengan pembacaan puisi rame-rame oleh sejumlah penyair anggota Komunitas PEDAS (Penulis dan Sastra). Puisi yang mereka bacakan berjudul Pejuang Muda, karya salah seorang anggota PEDAS, Hendrie Cirebon.

Pembacaan puisi ini juga dimaksudkan sekaligus untuk memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember 2014 yang sebentar lagi akan berlangsung. Asyik kan? Puisi yang dibacakan cukup membuat bulu kuduk merinding, karena dibawakan dengan penghayatan yang dalam. Lumayan, dengan puisi yang singkat ini cukup membuat saya terharu, siapa dulu dong ketua kelasnya? Siapa lagi kalau bukan Bunda Elisa Koraag, bos dari PEDAS alias Penulis Dan Sastra. Hari ini dibantu dengan teman-temannya yang memang semuanya dari komunitas PEDAS.

Bunda Elisa, emang okey banget orangnya. Tugasnya sebagai ketua kelas pada SundaySharing yang ke-10 ini, memang pas dan cocok. Kami para peserta agak santai dibuatnya, karena beliau sebagai ketua kelas sekaligus sebagai MC selalu membuat suasana hidup dan ramai.

Kali ini SundaySharing bertemakan Pengenalan Hipnotis Untuk Hypnowriting Dan Penyembuhan. Narasumbernya yaitu bapak H. Ferry Djayaprana. Beliau adalah seorang Sufi yang perangainya cukup tenang dan bijaksana. Dimana kegiatan ini, pak Ferry membuat para peserta dihipnotis supaya bisa menulis dengan baik di bawah alam sadar.

Wah.Subhanallah ilmu yang jarang kita dapatkan. Selama ini saya selalu beranggapan bahwa ilmu hipnotis itu hanya dipakai untuk hal-hal yang negatif. Ternyata anggapan itu salah. Dibuktikan pada acara ini bahwa, kami para peserta setelah dihipnotis dengan memejamkan mata dalam jangka beberapa waktu, hasilnya setelah sadar dan terbangun, kita merasa enak dan hal-hal yang mengganjal di dada terasa plong dan enteng. Sehingga kita merasa santai dan enak sebelum menuangkan tulisan.

Hypno Writing ini, kita juga diberitahukan apa-apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menulis. Seperti di antaranya: ada sesuatu yang akan ditulis, punya tujuan untuk apa menulis, memilih dan menilai informasi, tahu cara bercerita, terampil merangkai kata-kata, dan menguasai peralatan menulis. Singkat dan padat banget ya materi ini.

Dan beliau juga mengatakan bahwa menulis itu juga ada landasannya, seperti: cerita itu bentuknya seperti apa? Apakah bentuknya cerita, artikel, berita, teks pidato ataukah feature.

Pak Ferry juga mengatakan bahwa buatlah cerita yang baik, tapi bukan berarti membohongi orang yang membaca. Cari judul yang baik dan menarik perhatian pembaca, singkat mencakup isi, mengandung key word alias kata kunci, konsisten dengan isi, gunakan kata-kata yang jelas dan deskriptif.
Wah.saya benget tu.kalau menulis tidak konsisten, kadang kemana-mana dulu, jadinya yang membaca tulisan saya jadi bingung deh.maunya apa sih penulis ini. Mudah-mudahan dengan adanya ilmu Hypno Writing ini, membuat saya menulis lebih baik lagi, sehingga kalau ikut lomba menulis bisa dapat juara dong..eh ngarep.
Di akhir pertemuan ini, pak Ferry memberikan tips agar bisa jadi penulis yang baik dan cepat bisa menulis. Yaitu yang paling pertama sering-seringlah memperhatikan keadaan di sekelilingmu, pandailah kamu meniru, dan pandailah kamu menambahkan bahan-bahan yang sudah kamu ketahui.

Di sisi lain beliau juga berkata, kalau mau menulis, berikan sugesti pada diri sendiri bahwa saya bisa menulis, jangan memvonis diri bahwa diri kita tidak berbakat menulis, yakin pada diri sendiri bahwa menulis itu tidak sulit, yakin bahwa kita punya bahan untuk menulis, pengalaman dan imajinasi. Kita harus dapat memotivasi diri sendiri bahwa kita bisa menulis.

Wow..saya bisa ngga ya? Sepertinya tips yang di atas, tips ini enak dan mudah mendengarnya, tapi prakteknya yang agak susah, tapi harus optimis kalau kita memang mau jadi penulis yang baik. Bagi saya kadang kalau mau menulis alasan yang paling kuno dan usang yaitu: saya sibuk, saya sudah cape seharian kerja, terus saya mulai dari mana ya kalau mau menulis? terus kapan dong nulisnya?.
Kapan ya saya bisa menulis dengan baik, tapi kali ini saya harus semangat, apa lagi saya sudah dapat motivasi dan ilmunya dari pak Haji Ferry Djayaprana, Insya Allah saya bisa, semangat..semangathe..he

Inilah ilmu yang saya dapatkan dari SundaySharing yang ke-10, semoga bermanfaat, baik bagi yang baca tulisanku ini, maupun ama diri saya sendiri. Sampai ketemu pada SundaySharing yang ke-11 pada bulan November 2014 bersama saya sendiri ketua kelasnya dibantu oleh wakilku Mbak Nana.

Salam
Sitti Rabiah
FB: Bunda Sitti Rabiah
Twitter: @SittiRabiah2011


Belajar Hypno writing hubungi :

The Thera Institute of Indonesia
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok D/D No. 15
Kelapa Gading
Jakarta Utara

Telp. 08111 494599
Email : therainstitute@yahoo.co.id

FB : thera inst



Hypno Writing Untuk Penyembuhan


dr Arum Wiratri - Bapelkes

Hypnotherapy menawarkan sejuta harapan pada berbagai jenis penyulit sampai menyiapkan sebuah generasi. Berkembanglah menjadi Hypnobirthting ( berguna untuk ibu hamil yang menyiapkan kelahiran anakknya), hypnobreastfeeding (berguna untuk memperlancar ASI bagi para ibu menyusui), Hypnoparenting (berguna bagaimana kita untuk berkomunikasi dengan anak untuk kepentingan mendidik buah hati kita) dan ada lagi yaitu Hypnowriting (bagi penulis ini sangat berguna bagi seseorang untuk “menyembuhkan” dirinya)
Instruktur : Verri JP,MA.M.Ud, CHt.  

Dimulai saat seorang meminta bantuan bahwa dirinya menderita fhobia akan ulat bulu. Dan mulailah sebuah pertemuan yang disepakati untuk menghilangkan fobia tersebut. Dalam tahapan hypnotherapy ada sesi dimana si penderita dan therapis menyetujui “menghapus” objek yang membuat fbobia tersebut diubah menjadi sesuatu yang meyenangkan baginya. Setelah adanya objek baru tersebut biasanya penderita sudah mulai terbiasa memandang sesuatu yang tadinya menakutkan baginya menjadi sesuatu yang menyenangkan baginya. Dan keadaan ini harus dikuatkan agar hal yang menakutkan itu lama kelamaan menjadi hilang, hal ini dilakukan dengan cara menulis dan bercerita. Semakin banyak tulisan atau cerita sesuatu yang menakutkan itu kita sampaikan maka makin kuatlah sugesti kita bahwa sesuatu yang menakutkan tersebut sudah berubah menjadi sesuatu yang menyenangkan. Subhanallah……

Mengingat kembali tentang film Habibi dan Ainun, bagaimana karya besar itu bisa lahir dari seorang BJ Habibi yang tengah dilanda kesedihan karena meninggalnya ibu ainun, betul itu adalah sebuat “obat” untuk pak habibi yang kala itu tengah menghadapi masalah dengan dirinya karena sulit untuk menerima kenyataan atas kepergian ibu ainun. Dengan tangannya beliau menulis dengan tegas dan detail setiap moment yang sudah mereka ciptakan bersama, sehingga timbulah semua untaian kata-kata indah, adegan-adegan yang romantis sampai situasi yang mengharukan. Sungguh dahsyat bukan kekuatan sebuah tulisan itu?? Bagaimana tulisan itu bisa membangkitkan sebuah jiwa yang tengah terpuruk, bagaiman tulisan menjadi obat bagi hati yang tengah kesepian. Subhanallah….

Kisah berikutnya juga nyata tentang betapa kuatnya sebuah tulisan itu. Kehilangan anak seakan merenggut semangat hidup Astuti Parengkuh (42). Selama seminggu ia mengunci diri di kamar, hanya sedikit makan dan tidur. Baru sebulan kemudian kondisinya berangsur pulih. Hingga pada suatu hari Astuti teringat wasiat mendiang anaknya untuk membuat buku.

Asa Putri Utami, anak kedua Astuti, meninggal di usia 10 tahun setelah setahun menderita penyakit lupus. Perjalanan Astuti menemani anaknya melawan lupus sebagian ia tuangkan di buku harian, terutama catatan resep obat dan nama-nama dokter yang merawatnya. Tidak heran jika buku Asa, Malaikat Mungilku yang ditulis Astuti bisa dengan rinci menyebut jenis obat yang dikonsumsi Asa. Ingatannya yang tajam juga membuat Astuti mampu membuat deskripsi dalam urutan waktu.
Astuti mencoba menulis buku berisi perjalanan hidup Asa dari sudut pandangnya. Kisah itu diawali sejak Astuti menikah, melahirkan, sampai saat kepulangan Asa sehingga buku yang dihasilkannya menjadi semacam memoar.  Selama lima bulan Astuti menuliskan ceritanya sambil teringat kenangannya pada Asa. Ternyata, di luar perkiraan, proses penulisan itu pelan-pelan justru mengobati luka batin Astuti yang dilanda pilu kehilangan anaknya.

Saat paling sulit ketika Astuti tiba pada bagian menuliskan menit-menit terakhir kehidupan Asa. Ia menuliskannya sambil berurai mata mengingat pesan-pesan Asa berupa doa kepada orangtua dan kakak adiknya. Meski merasa kurang nyaman karena harus mengingat kembali masa-masa perih itu, pada akhirnya Astuti merasakan damai menyelinap di hati setelah menuangkan segala perasaan ke dalam tulisan. ( dikutip dari kompashealth.com) Subhanallah....


Tunggu apalagi sahabat mari mulai membiasakan diri dengan menulis apa saja yang sahabat inginkan, bukalah semua angan-angan, harapan, ataupun kekecewaan yang ada pada diri kita dengan demikian semakin sering kita menuliskannya, Insya Allah itu semua akan menjadi kekuatan terbesar bagi kita untuk mewujudkannya.

Belajar Hypno writing hubungi :

The Thera Institute of Indonesia
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok D/D No. 15
Kelapa Gading
Jakarta Utara

Telp. 08111 494599
Email : therainstitute@yahoo.co.id

FB : thera inst

Hypnotic Writing



Hypnotic Writing


Untuk Anda yang belum pernah membaca Buku Joe Vitale : Cara Membujuk dan Meyakinkan Pelanggan (dan SIAPA PUN) Hanya dengan Kata-Kata Anda (How To Seduce and Persuade Customers With Only Your Words), maka kesempatan Anda sekarang untuk dapat membacanya. Ada juga review-nya di situs teman saya mas Kusuma.
Siapa Joe Vitale?
Joe Vitale adalah Guru The Secret. Ia berbagi wawasan tentang Hukum Tarik Menarik (Law Of Attraction). Vitale paling dikenal sebagai Bapak Pemasaran Hypnosis dan Presiden Hypnotic Marketing, Inc. Ia dijuluki “Sang Budha Internet” karena perpaduan wawasan spiritual dan pemasarannya.

Menurut saya, konsep Hypnotic Writing ini sangat ampuh untuk membuat kalimat penjualan yang dahsyat (sales letter), sangat berguna untuk Anda yang bergelut dalam sales atau marketing untuk meningkatkan penjualan Anda. That is word that Sell ! Jika Anda bergelut dengan pemasaran online, buku ini adalah wajib Anda baca.
Jika Anda telah membacanya, dan mungkin ada pertanyaan, mungkin bisa kita diskusikan disini. SEMOGA BERMANFAAT (Amru SM)

Belajar Hypno writing hubungi :

The Thera Institute of Indonesia
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok D/D No. 15
Kelapa Gading
Jakarta Utara

Telp. 08111 494599
Email : therainstitute@yahoo.co.id

FB : thera inst

Handal Menulis Dengan Hypnowriting

Hypno Writing and Self Hypnosis



Oleh : Novita Maria

Kemampuan Hypnotis (Menanamkan sugesti dalam alam bawah sadar) yang sering kali hadir menghiasi berbagai acara televisi kini kerap juga dimanfaatkan untuk dapat mengembangkan berbagai potensi pribadi. Mulai dari membangkitkan kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan tertentu, membebaskan diri dari trauma hingga self hypnosis untuk membuang jauh-jauh kebiasaan buruk.

Beberapa hari lalu, Elisa Koraag bersama beberapa blogger senior ibukota menggelar acara bertema “Hypno Writing and Self Hypnosis” mengambil tempat di kantor Detik Jl. Warung Buncit Raya. Tak ada yang datang terlambat.

Setelah terlebih dahulu dijamu makan siang, hampir 70 blogger undangan memadati ruangan. Tak rela sedikitpun ketinggalan sesi demi sesi pelatihan. Tak sedikit juga karyawan dan staf Detik ingin ikut nimbrung, santai menyimak sembari jepret sana jepret sini.

Elisa Kora’ag benar-benar seorang pemandu acara profesional. Interaksi puluhan peserta dengan hanya satu orang Master Hypnosis berlangsung sangat aktif. Suasana menegangkan bisa seketika jadi gelak tawa begitu ada undangan yang mendadak jatuh tertidur walau hanya dengan satu tepukan atau bahkan, satu jentikan jari.

Degh! Bahkan, ramai tawapun seketika bisa menjadi hening tatkala banyak peserta yang berbarengan jatuh tertidur kecuali tentu saja, hadirin yang berdiri. Rupanya, sang Master hypnosis – Verri Jaya Priyana MA, M.Ud, CHt,  tidak ingin ada yang tengah berdiri terjatuh mendadak. Bahaya, bisa gegar otak soalnya.

Sang Master hypnosis membekali alam bawah sadar peserta dengan menanamkan sugesti khususnya, agar tak ada lagi hambatan dari dalam diri sendiri untuk malas menulis dan berkreativitas. Peserta juga diharapkan dapat lebih berkosentrasi dalam membangun tulisan dan tampil lebih percaya diri bila ingin mengembangkan ide-ide baru tentang segala hal yang berkaitan dengan tulis menulis.  Entah, karena khawatir terbongkar segala rahasia, entah karena luput tidak terjadwal dalam susunan acara.


Sangat disayangkan, Elisa Koraag sebagai penulis senior tidak dihipnotis sang Master. Sebenarnya, banyak pihak yang ingin tahu kiat dan resep-resep rahasia simpanan beliau tatkala menurunkan tulisan yang kerap membuat para pembaca terhipnotis. Padahal dihipnotisnya Elisa Koraag dapat menjadi puncak kemeriahan acara yang penuh gelak tawa sebagaimana, presenter Uya Kuya saat menghipnotis artis- artis papan atas.

Beberapa trik untuk mampu menghipnotis diri sendiri agar dapat menulis lebih handal juga diajarkan. Praktek menghipnotis diri sendiri ini diulang-ulang dengan harapan peserta dapat lebih mengembangkannya sendiri dirumah masing-masing.



Tak terasa waktu berjalan nyaris maghrib yang melampaui jadwal selesai acara jam 4 sore. Namun, seseru apapun acara, ada pertemuan pasti datang juga perpisahan. Berat hati peserta meninggalkan acara terhibur oleh janji Elisa Koraag yang bersedia dihipnotis pada kesempatan yang akan datang.  Wuah.., bisa dipastikan bila acara hypnotis lanjutan jadi digelar, pasti akan bisa menyedot lebih banyak lagi blogger. Terutama yang ingin melihat Elisa Koraag dikuliti luar dalam. Asyik!

http://unik.kompasiana.com/2014/10/27/handal-menulis-dengan-hypnowriting-698781.html

Belajar Hypno writing hubungi :

The Thera Institute of Indonesia
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok D/D No. 15
Kelapa Gading
Jakarta Utara

Telp. 08111 494599

FB : thera inst